Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus

Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus - Hallo sahabat SINOPSIS DRAMA, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Lonceng Cinta, Artikel Mohabbatien, Artikel Serial TV, Artikel Sinetron, Artikel Sinopsis, Artikel Telenovela, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus
link : Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus

Baca juga


Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus


Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus
Abhi " Tanu telah menyuruh sopir untuk menjemput kita.
Tunggu saja sampai dia nanti datang.
Pragya " Baiklah.
Abhi " Harusnya kau berterimakasih kepadaku.
Kau tidur nyenyak ditempat yang sepi sementara aku menyalakan api unggun sepanjang malam.
Pragya " Benarkah.
Abhi " tidak.
Karna Aku terlalu 'keren', api menyala dengan sendirinya.
Nikhil sampai ditempat Abhi,dia pura2 sedang jalan2 mencari udara segar , dia tidak sengaja melihat mereka.
Nikhil pura2 menawarkan tumpangan pada Abhi bersama Pragya.

Sarla berhasil melarikan diri dari tempat itu, dia mengambil ponsel milik salah seorang penjahat.

Nikhil " untuk apa kalian datang ketempat itu.
Abhi " Seorang gadis yang ingin memberi info tentang ibu Sarla menyuruh Pragya untuk datang kesana.
Nikhil " Apa yang terjadi dengan bibi Sarla.
Abhi " Dia telah menghilang sejak 2 hari yang lalu.
Nikhil " Benarkah.
Bagaimana bisa.
Apa Gadis itu telah memberimu info.
Abhi " Dia telah pergi sebelum kami sempat untuk menemuinya.

Abhi menerima telfon dari Sarla,ia memberikan telfonnya pada Pragya.
Pragya " Ibu dimana.
Sarla " Aku Di kantor biro perjalanan Malvani.
Abhi " Tunggu disana ya bu,kami akan segera datang kesana.
Nikhil,tolong kembali ketempat tadi.

Nikhil terlihat sangat cemas.


Para penculik menemukan tempat persembunyian dari Sarla , mereka membawanya masuk kedalam.
Abhi,Pragya bersama Nikhil sampai ditempat yang sama.
Pragya menemukan kalungnya Sarla,mereka lalu masuk menuju kedalam.
Nikhil menerima telfon dari Tanu , dia memisahkan diri.
Nikhil " Bibi Sarla telah melarikan diri,tapi anak buahku telah menemukannya.
Tanu " Cepat lenyapkan dia.
Kalau tidak maka habislah aku.
Nikhil lalu menelfon anak buahnya , dia menyuruh mereka pergi dari tempat itu.

Abhi meminta Pragya untuk mengendalikan diri juga membawanya mencari jalan lain.
Nikhil melihat para penculik sedang membawa Sarla,dia mengalihkan perhatian Abhi juga Pragya agar tidak melihatnya.

Nenek bersama Rachna masuk ke kamarnya Tanu.
Nenek " kenapa kau terlihat tegang.
Tanu " Aku tidak apa2.
Rachna " Terlihat jelas diwajahmu.
Tanu " Aku merasa tegang karna Abhi bersama Pragya sejak tadi malam.
Nenek " Apa Hanya itu.
Tanu " Bagaimana kalau aku yang menghabiskan 1malam bersama orang lain diluar.
Nenek " Aku tidak akan membiarkanmu untuk kembali kemari kalau kau melakukannya.
Tanu " kenapa nenek membeda2kan kami.
Nenek " Abhi pergi dengan alasan yang baik,karna itu aku mendukungnya.
Dia telah dekat dengan tujuannya.
Tanu " Apa Tujuanya.
Rachna " Kak Abhi telah menemukan keberadaan bibi Sarla.
Tanu menyembunyikan rasa khawatirnya sehingga nenek bersama Rachna tidak curiga.
BACA SELANJUTNYA : 
Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 3



Demikianlah Artikel Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus

Sekianlah artikel Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Telah selesai dibaca Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus link sumber: http://sinopsisdramas.blogspot.com/2016/12/sinopsis-lonceng-cinta-episode-376-part_31.html
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis Lonceng Cinta Episode 376 part 2 by Yohana Sitorus